Bagaimana Legendanya?

Setiap tempat wisata dimana pun itu baik di Kota Malang ataupun luar Kota Malang selalu menyimpan berbagai macam legenda yang berkembang di masyarakat sekitar tempat wisata tersebut. Termasuk Wisata Bukit Cantik di Malang Raya ini, seluruhnya  memiliki legendanya masing-masing dengan berbagai macam alur cerita. Nah, buat kalian yang pengen tahu legenda dari Wisata Bukit Cantik di Malang Raya ini langsung saja simak penjelasan berikut ini...


1. Bukit Kunner

Bukit Kunner
Photo by https://www.dakatour.com/lokasi-dan-rute-menuju-bukit-kuneer-malang-destinasi-wisata-alam-dengan-view-hamparan-kebun-teh.html

    Bukit Kunner merupakan bukit yang berada di ketinggian sekitar 1.100 mdpl. Legenda dari Bukit Kuneer ini terkesan sangat simple sekali. Karena penamaannya sendiri disebabkan karena dulunya wilayah ini berfungsi sebagai perkebunan kunir atau perkebunan kunyit, yaitu salah satu tanaman rempah-rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Dari pintu masuk Bukit Kunner ini sendiri sudah menggunakan warna kuning, dimana identik dengan warna kunyit yaitu kuning.


2. Budug Asu

Budug Asu
Photo Instagram by @sonytanaya

    Namanya bukit Budug Asu, yah nama yang sedikit aneh kan di telinga? Namun jangan ragu dengan hanya sebuah nama karena di balik nama tersebut memiliki legenda serta keindahan panorama alam yang gak kalah keren dengan yang sudah booming terlebih dulu. Lalu kenapa di sebut dengan Budug Asu tempat cantik tersebut ???

    "Dalam bahasa jawa Asu berarti anjing sedangkan budug berarti penyakit kulit yang menular. Semua nama itu berawal dari sebuah kisah pada saat jaman penjajahan Belanda dulu. Dahulu terdapat sebuah perkampungan di area bukit tersebut namun semua di bawah kendali penjajahan Belanda. Nah, salah satu penjajah tersebut memiliki seekor anjing yang sangat besar dan sangat di sayangi oleh majikannya, namun tak lama kemudian anjing tersebut menderita penyakit budug atau gatal di kulit dan sangat berbahaya serta menular hingga akhirnya anjing tersebut meninggal karena penyakit yang di deritanya, lalu sang majikan menguburnya di atas bukit tersebut hingga akhirnya bukit itu mendapat julukan sebagai Bukit Budug Asu".

    Tapi menurut info yang berkembang di masyarakat, rencana nama Budug Asu akan di ganti dengan Bukit Cinta yang namanya sesuai dengan keindahan panorama alam yang akan disuguhkan disini.


3. Bukit Bulu

Bukit Bulu
Photo by https://www.google.com/amp/s/www.gotravelly.com/blog/bukit-bulu-coban-rais/

    Mengapa disebut "Bukit Bulu"? Konon, dahulu kala tempat itu ditumbuhi aneka jenis tanaman yang berbulu. Tempat itu mulanya biasa-biasa saja. Namun setelah "disulap" menjadi Bunga Flower Garden tanpa merusak kontur hutan, pengunjung banyak yang berdatangan. Pengelola kedai coffee, tukang ojek, tukang parkir, hingga tukang pijat pun kebagian aliran rezeki.

    Bunga Flower Garden menyajikan ragam tanaman bunga dengan view alam pegunungan dan pepohonan pinus. Berdiri sejumlah spot foto yang menarik, seperti spot I LOVE YOU, hammock tower, dan gardu pandang. Spot I LOVE YOU misalnya, menawarkan sensasi foto di atas papan berbentuk daun waru yang menjorok di atas tebing. Aktivitas utama di Bunga Flower Garden adalah jalan-jalan mengelilingi kebun bunga, bermain ayunan, berfoto ria, atau sekedar "ngopi" di kafe. Bunga Flower Garden cocok bagi generasi "zaman now".


4. Bukit Panderman

Bukit Panderman
Photo Instagram by @deqief

    Sama halnya dengan Bukit Kunner diatas, legenda dari Bukit yang memiliki ketinggian 2.045 mdpl ini terkesan sangat simple sekali. Asal usul nama panderman menurut cerita diambil dari nama seorang pendaki pertama asal negara Belanda, bernama Van Der Man. Dari nama Van Der Man inilah, penduduk sekitar menjadikannya nama gunung tersebut dengan Bukit Panderman. Karena menurut orang sekitar dengan menggunakan kata "Panderman" terutama bagi orang Jawa akan mudah dalam membaca atau melafalkannya, apalagi mereka yang sudah berusia lanjut.

Komentar

  1. Informasi yg menarik nih kak! Saya sering ngelihat trip vlogger yg setiap kali berkunjung ke suatu tempat dia juga memperkenalkan sejarah tempat tersebut. Unsur sejarah ini bisa jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yg kepo. Apalagi kalau kita pergi ke salah satu tempat di atas rame-rame, terus bisa pamerin pengetahuan kita tentang sejarahnya ke temen-temen atau keluarga, pasti kita jadi keren banget kan hahaha
    Ditunggu review satu per satu tentang dunia perbukitan Malang ya kak! Semangatt ^^

    BalasHapus
  2. Selamat datang kak Dyah di blog Wisata Bukit Cantik di Malang Raya, okee untuk review mengenai dunia perbukitan silahkan kak dyah melihat pada postingan"sebelumnya. Disitu telah dicantumkan mengenai nama bukitnya, lokasi dan rutenya, waktu bukanya, legendanya, kulinernya, sudah lengkap tercantum semua. Terima kasih kak Dyahh🙏

    BalasHapus
  3. wah ternyata ada banyak sekali ya legenda yang terdapat dibeberapa bukit dimalang, saya mau tanya nih kak apakah disetiap bukit dan wisata alam dimalang itu terdapat mitos mitosnya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nahhh untuk pertanyaan semacam ini saya tidak dapat menjawabnya kak, karena setelah saya telusuri baik di google, internet atau media sosial lainnya. Saya tidak menemukan misteri atau mitos yang ada pada ketiga bukit cantik diatas. Hanya Bukit Panderman saja yang dapat saya temukan. Mungkin jika teman"yang lainnya menemukan apa saja mitos atau misteri yang ada pada ketiga bukit cantik diatas, bisa banget share di kolom komentar ini. Nanti akan saya masukkan di postingan blog ini. Terima kasih kak🙏

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Tips Pertama Kali Berlibur ke Wisata Bukit Cantik di Malang Raya?

Ada Cerita Apa di Budug Asu?

Cerita Seru Apa di Bukit Kunner?